BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang Masalah
Bangsa Arab sebelum lahirnya Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW
dikenal sebagai bangsa yang sudah memiliki kemajuan ekonomi. Letak geografis
yang yang cukup strategis membuat Islam yang diturunkan di makkah menjadi cepat
disebarluaskan ke berbagai wilayah disamping juga didorong oleh faktor cepatnya
laju perluasan wilayah yang dilakukan umat Islam.[1]
dan bahkan bangsa Arab telah dapat mendirikan kerajaan diantaranya Saba’, Ma’in
dan Qutban serta Himyar yang semuanya berasa di wilayah
Yaman.[2]
Di sisi lain, kenyataan bahwa al-Qur’an diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW
dan diturunkan dalam konteks geografis Arab, mengimplikasikan sebuah asumsi
bahwa suatu pemahaman yang komprehensif terhadap al-Qur’an hanya mungkin
dilakukan dengan sekaligus melacak pemaknaan dan pemahaman pribadi, masyarakat
dan lingkungan mereka yang menjadi audiens pertama al-Qur’an, yaitu Muhammad
dan masyarakat Arab saat itu dengan segala kultur dan
tradisinya. Dan untuk memiliki pengertian yang sebenar-benarnya tentang
asal mula Islam, maka satu hal yang perlu diketahui adalah bagaimana keadaan
Arab sebelum adanya Islam, Muhammad, dan sejarah Islam terdahulu.
B. Rumusan masalah
1. Bagaimana
sejarah perkembangan arab pra islam?
2. Bagaimana sistem
politik dan kemasyarakatan bangsa arab para islam?
3. Bagaimana sistem
kepercayaan bangsa arab pra islam?
4. Bagainama sistem
kebudayaan arab pra islam?
BAB II
PEMBAHASAN
A.
ARAB SEBELUM
ISLAM
Ketika Nabi Muhammad Saw. Lahir (570M), makkah adalah sebuah kota
yang sangat penting dan terkenal diantara kota-kota di negeri arab, baik karena
tradisinya maupun karena letaknya. Kota ini dilalui jalur perdagangan yang
ramai, menghubungkan yaman di selatan dan suria di utara.dengan adanya ka’bah
ditengah kota, makkah menjadi pusat keagamaan di arab. Ka’bah adalah tempat
berziarah. Didalamnya terdapat 360 berhala, mengelilingi berhala utama,
hubal. Makkah terlihat makmur dan kuat
agama dan bangsa arab ketika itu mencerminkan realitas kesukuan masyarakat yang
diarab.
Bila dilihat dari asal usul keturunan penduduk jazirah arab dapat
dibagi menjadi dua golongan besar, yaitu qahthaniyun (keturunan qahthan) dan
adnaniyun (keturunan ismail ibn ibrahim). Pada mulanya wilayah utara diduduki
golongan adnaniyun,dan wilayah selatan didiami golongan qahthaniyun. Akan
tetapi lama kelamaan kedua golongan itu membaur karena perpindahan-perpindahan dari
utara keselatan atau sebaliknya.[3]
B. Sistem Politik Dan kemasyarakatan
Pada masyarakat arab pra Islam sudah banyak ditemukan tata cara pengaturan
dalam aktivitas kehidupan sosial yang dapat dibagi pada beberapa sistem-sistem
yang ada di masyarakat, salah satunya adalah system politiknya. Pada garis
besarnya penduduk jazirah dapat di bagi berdasarkan territorial kepada dua
bagian yaitu: Penduduk kota (al-hadharah) yang tinggal di kota perniagaan
jazirah Arabia, seperti Mekkah, Madinah. Kota Mekkah merupakan kota penghubung
perniagaan Utara dan selatan, para pedagang dengan khalifah-khalifah yang
berani membeli barang dagangan dari India dan cina di yaman dan menjualnya ke
Syiria di Utara.
Penduduk pedalaman yang mengembara
dari satu tempat ketempat lain. Cara mereka hidup adalah nomaden, berpindah
dari suatu daerah ke daerah lain, mereka tidak mempunyai perkampungan yang
tetap dan mata pencaharian yang tepat bagi mereka adalah memelihara ternak,
domba dan unta.
Sebelum kelahiran islam, ada tiga
kekuatan politik besar yang perlu dicatat dalam hubungannya dengan Arab; yaitu
kekaisaran Nasrani Byzantin, kekaisaran Persia yang memeluk agama Zoroaster,
serta Dinasti Himyar yang berkuasa di Arab bagian selatan.Setidaknya ada dua
hal yang bisa dianggap turut mempengaruhi kondisi politik jazirah Arab, yaitu
interaksi dunia Arab dengan dua adi kuasa saat itu, yaitu kekaisaran Byzantin
dan Persia serta persaingan antara yahudi, beragam sekte dalam agama Nasrani
dan para pengikut Zoroaster.
Tradisi kehidupan gurun yang
keras serta perang antar suku yang acap kali terjadi ini nantinya banyak
berkaitan dalam penyebaran ide-ide Islami dalam al-Qur’an, seperti ”jihad”,
”sabar”, ”persaudaraan” (ukhuwwah), persamaan, dan yang berkaitan dengan semua
itu.
Pada masa sebelum islam yamg
diajarkan disebar luaskan ke bangsa arab oleh Rasulullah SAW, orang arab sering
kali terjali peperangan antar suku diantaranya dikenak dengan perang fujjar
karena terjadi beberapa akali antar suku, yang pertama perang antara suku
kinanah dan hawazan, kemuadian quraisy dan hawazan serta kinanah dan hawazan lagi.
Dan peperangan ini nterjadi 15 tahun sebelum rasul diutus.
Kekaisaran Bizantium dan
Kekaisaran Romawi Timur dengan ibu kota Konstantinopel merupakan bekas Imperium
Romawi dari masa klasik. Pada permulaan abad ke-7, wilayah imperium ini telah
meliputi Asia kecil, Siria, Mesir dan sebagian daeah Itali serta sejumlah kecil
wilay ah di pesisir Afrika Utara
juga berada di bawah kekuasaannya.
Saingan berat Bizantium dalam
perebutan kekuasaan di Timur Tengan adalah persia. Ketika itu, imperium ini
berada di bawah kekuasaan dinasti Sasanid (sasaniyah). Ibu kota persia adalah
al-Madana’in, terletak sekitar dua puluh mil di sebalah tenggara kota bagdad
yang sekarang. Wilayah kekuasaannya terbentang dari Irak dan Mesopotamia hingga
pedalaman timur Iran dewasa ini serta Afganistan.
Menjelang lahirnya Nabi Muhammad
SAW, penguasaan Abisinia di Yaman – Abraham, atau lebih populer di rujuk dalam
literatur Islam sebagai Abrahah – melakukan invasi ke Makkah, tetapi gagal
menaklukkan kota tersebut lantara epidemi cacar yang menimpa bala tentaranya,
Ekpedisi ini- merujuk Alquran dala msurat 105 pada prinsipnmya memiliki tujuan
yang seacar sepenuhnya bearda didlam kerangkapolitik internasional ketika itu.
yaitu upaya Bizantyum untuk menyatukan suku-suku Arab dibawah pengaruhnya guna
menantang Persia. sementara para sejarawan muslim menambahkan tujuan lain
untuknya. Menurut mereka ekpedisi tersebut- terjadi kira-kira pada 552-
dimaksudkan untuk menghancurkan Ka’bah dalam rangka menjadikan gereja megah di
San’a, yang dibangun Abrahah, sebagai pusat ziarah pusat keagamaan di Arabia.
Dalam masyarakat arab terdapat
organisasi clan (kabilah) sebagai intinya dan anggota dari satu clan merupakan
geneologi (pertalian ndarah). Pemerintah dikalangan bangsa arab sebelum islam,
menurut para ahli sejarah dimulai oleh golongan arab bai‟idah. Pada periode
pertama dikenal ada kerajaan Aad di daerah ahkaf al romel yang terletak antara
oman dan Yaman, kaum aad juga pernah mendirikan kerajaan antara Makkah dan
Yastrib. Kemudian juga dikenal kerajaan dari kaum Tsamud mendiami daerah hijir
dan wadi al-Kurro, antara Hijaz dan Syiria. Kemudian di kenal juga kerajaan
dari kaum amaliqah di arab timur, oman Hijaz mereka juga ke Mesir dan Syiria.
Pada periode Kedua yaitu pada masa arab aribah atau bani qhathan yang terkenal
dengan kerajaan Madiniyah, kerajaan sabaiyah dan kerajaan himyariah.
Bagian dari daerah arab yang sama
sekali tidak pernah dijajajh oleh bangsa lain tang ke kota makkah adalah Hijaz.
Kota terpenting di daerah ini adalah Mekkah, kota suci tempat ka‟bah. Ka‟bah
pada masa itu bukan saja disucikan dan dikunjungi oleh penganut-penganut bangsa
asli Makkah. Tetapi juga orang-orang Yahudi yang bermukim disekitarnya.
Untuk mengamankan para penziarah
yang datang ke kota Makkah diadakan pemerintahan yang pada mulanya berada
ditangan dua suku yang berkuasa yaitu suku jurhum dan ismail sebagai pemegang
kekuasaan ka‟bah. Kekuasaan politik kemudian berpindah kesuku khuza‟ah dan
akhirnya ke suku quraisy di bawah pimpinan qushai. Suku
qurraisy ini kemudian yang memegang dan mengatur politik dan juga urusan urusan
yang berkenaan dengan ka‟abah. Ada sepuluh (10) jabatan tinggi yang dibagikan
kepada kabilah dari suku quraisy yaitu :
·
Hijabah
(penjara kunci ka’bah)
·
Siqayah
(penjara air mata Zam zam)
·
Diyat
(Kekuasaan hakim sipil dan criminal)
·
Sifarah
(kuasa usaha Negara atau duta)
·
Liwa
(jabatan ketentaraan)
·
Rifadah
(pengurus pajak bagi fakir miskin)
·
Nadwah
(jabatan ketua dewan)
·
Khaimman
(pengurus balai musyawarah)
·
Khazinah
(jabatan administrasi keuangan)
·
Azlim
(penjaga panah peramal) untuk mengetahui pendapat para dewa-dewa.
C. Sistem Kepercayaan arab pra islam
Bangsa arab pada waktu itu memeluk agama nabi ibrahim as.(agama tauhid),
namun mayoritas mereka menyembah berhala. Setiap kapilah, mempunyai berhala
tertentu dan sekeliling ka’bah, terdapat kurang lebih 360 berhala, diantaranya
ada terbesar ialah berhala Hubal kepunyaan suku Quraisy, terbuat dari batu akik
dan batu hitam.
Mereka membuat berhala, sebernarnya tidak bermaksud untuk menyembahnya
sebagai tuhan. Mereka berkeyakinan bahwa berhala-berhala itu sekedar berfungsi
sebgai pelantara untuk membantu manusia mendekatkan dirinya kepada tuhannya,
namun akhirnya mereka sembah juga, sebagai mana dijelaskan dalam firman Allah
sebagai berikut :
“ingatlah, hanya kepunyaan Allah lah
agama yang bersih (dari syirik). Dan orang-orang yang mengambil pelindung
selain Allah (berkatna). “ kami tidak menyembah mereka melainkan supaya merea
mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya.“ mereka tetap meyakini
bahwa ia menciptakan alam semesta adalah Allah tuhan Yang Maha Esa, bukan
beerhala-berhala yang mereka sembah itu. Nmun demikian oleh karena manusia
tidak pantas menghadap langsng kepada Allah maka mereka membuat patung atau
berhala yang digunakan sebagai perantara dalam menyembah tuhan.
Yang sebagian lagi nyembah berhala dengan keyakinan bahwa patung dan
berhala itu kedudukannya sama dengan ka’bah, jadi mereka menganggap patung yang
mereka sembah sebagai kiblat saja. Yang disembah tetap Allah ta’ala namununtuk
membantu konsentrasi mereka berkiblat kearah berhala.[4]
D. Kebudayaan bangsa arab pra islam
Wilayah Timur Tengah menurut Ali Mufrodi meliputi Turki, Iran, Israel,
Libanon, Yordania, Syiria, Mesir dan kerajaan-kerajaan yang ada di kawasan
Teluk Persia.Turki yang berbudaya Turki dan Iran yang berbudaya Persia tidak
dianggap berkebudayaan Arab karena memiliki kebudayaan sendiri-sendiri demikian
juga Mesir yang sudah memiliki budaya Firaun, sedangkan yang masuk kawasan
kebudayaan Arab terdiri dari Timur Tengah Afrika Utara seperti Maroko,
Aljazair, Tunisia dan Libia. yang menurut Haekal antara budaya dan peradaban tersebut
tidak pernah saling mempengaruhi perkembangannya kecuali setelah adanya
akulturasi dan asimilasi dengan peradaban Islam.[5]
Orang-orang arab sebelum islam
telah mengalami periode-periode kemajuan dengan adanya kerajaan-kerajaan
sehingga hasil budaya mereka didapati beberapa bekasnya yang dapat di bagi
kepada :
· Budaya materil yang sangat terkenal adalah: bendungan Ma‟rib di Yaman dari
kerajaan saba dan begitu juga bekas-bekas kerajaan tsamud, aad dan kaum
amalika.
· Budaya non material, sangat banyak juga yang terkenal, antaranya,
syair-syair bangsa arab yang terkenal dengan cerita-cerita tentang keturunan
dan keahlian dalam membuat patung, keahlian mereka dalam bersyair sebenarnya
karena mereka dapat mengetahui bangsa yang halus dan menarik dengan bahasa yang
indah mereka dapat mewariskan amtsai (pepatah arab) dan pepatah itu merupakan
kata-kata orang bijak seperti luqman
Disamping budaya yang di dapat dari
bangsa Arab sebelum Islam, mereka terkenal terikat dengan Tahayul dan adat
istiadat yang melembaga diturunkan turun temurun. Tahayul dan adat istiadat ini
bertumpu kepada kepercayaan watsaniyah. Mereka percaya hantu dan Roh jahat.
Mereka juga percaya kepada kahin (tukang tenun, ramal). Mereka juga meyakini
kejadian-kejadian alam yang halus. Misalnya, kalau terjadi sesat di jalan,
hendaklah dibalikkan baju supaya dapat petunjuk.
Meskipun belum terdapat sistem
pendidikan, masyarakat Arabia pada saat itu tidak mengabaikan kemajuan
kebudayaan. Mereka sangat terkenal kemahirannya dalam bidang sastra yaitu
bahasa dan syair. Bahasa mereka sangat kaya sebanding dengan bahasa Eropa
sekarang ini. Keistimewaan bangsa Arabia di bidang bahasa merupakan kontribusi
mereka yang cukup penting terhadap perkembangan dan
penyebaran agama Islam.
BAB III
PENUTUP
A.
KESIMPULAN
1.
makkah
adalah sebuah kota yang sangat penting dan terkenal diantara kota-kota di
negeri arab, baik karena tradisinya maupun karena letaknya. Kota ini dilalui
jalur perdagangan yang ramai, menghubungkan yaman di selatan dan suria di
utara.dengan adanya ka’bah ditengah kota, makkah menjadi pusat keagamaan di
arab. Ka’bah adalah tempat berziarah. Didalamnya terdapat 360 berhala,
mengelilingi berhala utama, hubal.
2.
Sebelum kelahiran islam, ada tiga kekuatan politik besar yang perlu dicatat
dalam hubungannya dengan Arab; yaitu kekaisaran Nasrani Byzantin, kekaisaran
Persia yang memeluk agama Zoroaster, serta Dinasti Himyar yang berkuasa di Arab
bagian selatan.
3.
Bangsa arab pada saat itu mayoritas
memeluk agama ibrahim as(tauhid) namun kebanyakan dari mereka menyembah berhala
di sekeliling ka’bah kurang lebih di kelilingi dengan 360 berhala, dan berhala
yang paling besar bernama hubal.
4.
budaya yang di dapat dari bangsa
Arab sebelum Islam, mereka terkenal terikat dengan Tahayul dan adat istiadat
yang melembaga diturunkan turun temurun. Tahayul dan adat istiadat ini bertumpu
kepada kepercayaan watsaniyah.
DAFTAR PUSTAKA
1.
Jaih Mubarok,
Sejarah Peradaban Islam, Bandung : Pustaka Bani Quraisy, 2004.
2.
Ali Mufrodi, Islam di kawasan Kebudayaan Arab, Jakrta : Logos 1997.
3.
Dr.badri yatim M.A, sejarah
peradaban islam dirasah islamiyah, jakarta:PT RajaGrafindo Persada.
4.
Wicaksana, sejarah agama,(subang,oktober1987)
5.
Muhammad Husain Haekal, Sejarah Hidup Muhammad, (Jakarta : Dunia Pustaka Jaya, 1997).
[1] Jaih
Mubarak, Sejarah Peradaban Islam, Bandung : Pustaka Bani Quraisy, 2004. Hal.13
[2] Ali
Mufrodi,islam di kawasan di kebudayaan Ara, jakarta : logos, 1997.Hal.6
[3] Dr.badri
yatim M.A, sejarah peradaban islam dirasah islamiyah, (jakarta:PT RajaGrafindo
Persada)hal.1
[4]
Wicaksana, sejarah agama,(subang,oktober1987)hal.106
[5]
Muhammad Husain Haekal, Sejarah Hidup Muhammad, (Jakarta : Dunia Pustaka Jaya, 1997). Hal.2